10 Tips Desain Mushola Minimalis 2018

Posted on

10 Tips Desain Mushola Minimalis – Membuat hunian dengan konsep terbaik memang menjadi suatu keharusan. Tentunya tidak hanya mengedepankan asal jadi. Oleh sebab itu, perencanaan dan tata letak wajib diperhitungkan. Satu dan paling banyak terlupakan adalah Musholla. Wajar saja, beberapa orang memilih menyulap kamar tidur sekaligus musholla.

Selain menjadi sesuatu yang tidak berkesan baik bagi tamu, kepala keluarga juga terkendala bagaimana caranya mengajak anggotanya untuk berjamaah bersama. Mengahadapi kendala tersebut, ini adalah 20 desain mushola minimalis di dalam rumah dengan nuansa estetika dan relijiusitas.

10 Tips Desain Mushola Minimalis

10 Tips Desain Mushola Minimalis 2018 Rumah

1. Satu warna dominan

Faktanya, model minimalis selalu terkesan dengan nuansa sederhana. Hal tersebut selalu melekat pada pemikiran sederhana dan sempit. Cara untuk menampik permasalahan itu, kita dapat mengakalinya dengan satu warna dominan. Cara ini akan memberikan ilusi optik guna membuat ruangan menjadi lebih besar. Beberapa warna yang sering digunakan adalah warna netral, seperti gradasi putih dan abu-abu. Untuk putih, pastikan tidak mengaplikasikan putih murni, namun sedikit campuran sedikit gelap, semisal paper sand. Demikian juga pada abu-abu dengan kecerahan yang sedikit lebih tinggi. semisal Silver Balde. Pasalnya, kedua warna tersebut dapat memantulkan cahaya meskipun pancaran lampu ataupun cahaya matahari sedikit masuk ke ruangan.

Lihat Juga 20 Desain Kamar Tamu Minimalis

Trik desain mushola minimalis ini dapat digunakan untuk posisi ruangan yang tersekat dan sumber cahaya sulit untuk masuk. Dalam hal ini, jendela tidak begitu disarankan untuk dipasang. Pasalnya, penghuni rumah yang baik akan menutupi aurat rumahnya dengan baik pula. Oleh karena itu, penggunaan fentilasi atau jendela kecil dari kaca sangat direkomendasikan. Ukurannya pun dapat disesuaikan dengan volume ruangan. Idealnya, tinggi 5 cm dan panjang 20 cm untuk satu fentilasi atau jendela kaca.

Sebaliknya, apabila penggunaan jendela memang diharuskan dengan alasan tertentu, sebaiknya memasang kaca reflektif. Kaca tersebut mempunyai kemampuan untuk menutupi isi ruangan, namun penghuni di dalam dapat melihat kondisi di luar. Jenis kaca serupa kualitasnya adalah kaca es dan kaca lapis.

2. Konsep Open Space

Sesuai dengan kaidah dalam beribadah, 20 desain mushola minimalis juga harus mengikutinya. Terutama pada tata letak makmum. Meskipun beberapa lay out menempatkan perempuan di area belakang, namun lebih baik menciptakan ruangan makmum perempuan di sisi kiri. Adapun makmum kanan berada di sisi kanan. Bersandar pada lokasi ruangan yang berada di rumah, maka musholla dapat mengaplikasikan gaya open space. Layout tanpa dinding penyekat ini berguna sebagai trik pelebaran ruangan.

3. Gaya Monokrom

Keluar dari konsep satu dominan warna, gaya monokrom juga sempat diminati di tahun 20012. Gaya ini hanya mengandalkan dua warna utama, yakni hitam dan putih. Paduan ini dapat digabungkan menjadi lantai berbentuk hitam dan putih layaknya catur atau bermain pola blok. Alhasil, setiap shof akan bermotif berbeda. Nyatanya, model demikian dianggap paling sukses dengan nilai seni tinggi beserta komparasi warna paling aman. Sisanya, kita hanya menambahkan ornament secukupnya. Untuk dinding, kita masih bisa mempertahankan warna cerah ketimbang mengambil hitam seutuhnya.

4. Nuansa Estetika

20 desain mushola minimalis yang patutnya juga dikedepankan adalah estetika. Hal ini dapat dirujukkan pada salah satu riwayat bahwa Tuhan itu Indah dan menyukai keindahan. Konsep indah tentunya berbeda-beda antara satu budaya dengan budaya lain, termasuk antar individu. Oleh sebab itu, kita dapat menyandarkan konsep indah berdasarkan kebutuhan selama menjalankan ibadah. Yakni, (1) menyediakan perangkat sholat yang mudah untuk dibersihkan. (2) bukan gambaran yang akan merusak konsentrasi selama menghadap kepada Tuhan.

Dan, (3) bernilai seni tinggi. Satu di antara aksesoris paling direkomendasikan adalah kaligrafi. Tulisan tersebut tidak mengandung gambaran menyerupai manusia, namun penuh makna dan goresan keindahan. Selain itu juga memilih sajadah secara detil dan tidak berpotensi mengalihkan konsentrasi ketika beribadah. Hal lain yang dapat digunakan sebagai cara menarik estetika ke dalam ruangan adalah bahan kayu. Bahan yang satu ini terbilang cukup mahal, apalagi jika dengan ukiran.

Untuk menghandel permasalahan ini, kita dapat menggunakan hiasan dinding kayu sebagai fentilasi. Peralihan fungsi tersebut tentunya perlu dilakukan penyesuaian, semisal pengurangan lebar. Instalasinya pun terbilang mudah, pasalnya, hiasan tersebut sangat ringan dan dapat digantungkan walau hanya dengan satu patu. Menatanya dengan rapi akan meningkatkan kuantitas pada benda tersebut.

5. Ciri Modern atau Klasik

Sentuhan estetika juga berpengaruh pada citra modern atau klasik pada 20 desain mushola minimalis. Ciri ini tentunya berpengaruh pada bahan dalam ruangan. Nuansa modern dapat didapatkan dari gaya arsitektur dan pewarnaan pada dinding. Tidak jauh berbeda, model klasik juga bersandar pada dua indikator yang sama. Khusus pada citra klasik, kita dapat mengaplikasikan interior Bohemian.

Model ini kebanyakan menggunakan warna gradasi abu-abu. Terlebih, aksesoris yang digunakan juga sangat mendukung. Terlepas dari gaya itu, kita pun dapat mengambil konsep klasik dari gaya musholla sewaktu kecil. Model lantai kayu dan dinding dapat dilapisi dengan bahan serupa. Sayangnya, beberapa orang gagal memasangnya dan malah menjadikan ruangan menjadi tempat lebih sempit meskipun sudah mengalokasikan ruangan dengan ukuran jumbo.

Untuk mengakali hal tersebut, perpaduan dengan modern sangat dibutuhkan. Beberapa design interior menunjukkan trik tersebut secara efektif. Pemanfaatan kepang eceng gondhok sebagai pelapis dinding. Ukurannya di ambil hanya 75 sampai 100 cm dari lantai. Instalasinya mengelilingi kiri, kanan, dan depan.

6. Tempat Wudhu dan Ketinggian Lantai

Beberapa pendesain baik mandiri maupun profesional, beberapa melupakan jarak untuk wudhu dengan musholla. Pola pikirnya, kita dapat wudhu di kamar mandi. Sayangnya, jarak keduanya lumayan jauh dan mengakibatkan kaki yang telanjang bisa saja menginjak kotoran atau najis lain. Sebisa mungkin, jarak keduanya sangat dekat atau ada tempat wudhu khusus. Beberapa orang mengakalinya dengan penggunaan sandal di dalam ruangan.

Akan tetapi, hal tersebut sering mengakibatkan lantai ruangan becek. Selain itu, musholla di dalam rumah biasanya dibuatkan ketinggian sama dengan lantai rumah. Hal ini berfungsi sebagai cara untuk meminimalisir najis maupun debu yang masuk. Terlebih, penggunaan karpet sangat rentan bau dan kotor. Keduanya akan berpotensi mengganggu kekhusyukan sholat apabila tidak rutin dibersihkan.

Adapun ketinggian pembeda antara lantai rumah dan musholla berjarak 10 atau 15 cm. Pembatas tersebut akan menghambat beberapa najis yang diterbangkan oleh angin. Di sisi lain, penghormatan terhadap rumah ibadah juga terlihat dari cara penghuninya memposisikan lokasi tersebut.

7. Selektif Memilih benda

Meskipun mengedepankan estetika yang berasal dari aksesoris, namun perlu dicatat bahwa desain mushola minimalis mengedepankan kepraktisan. Oleh sebab itu, pemilihan benda yang masuk dalam ruangan juga sangat diamati dengan baik berdasarkan fungsinya. Salah satu benda yang paling direkomedasikan adalah almari serba guna. Untuk desain minimalis bergaya modern, kita bisa memilih almari dari bahan alumunium. Dengan dimensi 50 cm x 75 cm x 150 cm. Model ini sudah dapat digunakan.

Kemudian, sekelilingnya ditutupi dengan kaca berikut pintunga. Almari bermodel multiguna itu dapat dispasial dengan dua sekat. Bagian paling bawah diukur sedemikian rupa sehingga mukena dapat digantung saat tidak dipakai. Cara ini dianggap sangkil dan mangkus guna meminimalisir bintik noda atau jamur pada mukena karena endapan air pasca wudhu. Masih dikolom yang sama, bagian bawah dapat digunakan untuk menumpuk sajadah. Selanjutnya, bagian sisa dapat dimanfaatkan untuk menaruh lipatan sarung dan peci. Adapun model klasik, kayu masih menjadi andalan utama. Namun, citra tersebut dapat dipadupadankan dengan kaca. Alhasil, kayu hanya sebagai frame, sedangkan kaca menonjolkan sisi kepraktisan.

Hal penting di 20 desain mushola minimalis lainnya adalah alas pada lantai. Beberapa pakar interior lebih banyak menyarankan untuk tidak menggunakan karpet permanen. Pasalnya, para pemilik akan kerepotan saat membersihkannya. Mengingat, debu sangat sulit dihempaskan dari bahan tersebut. oleh karena itu, model tikar rotan atau marmer lebih disarankan. Kedua benda tersebut tidak membutuhkan tenaga serta trik ekstra dalam pembersihan.

8. Gantungan Serba Guna

Jika ukuran almari multiguna tersebut belum mampu menampung keseluruhan isi. Kita dapat memanfaatkan gantungan serba guna. Versi gantungan ini tidak semodern sekarang yang hanya diperuntukkan untuk menggantung. Sebaliknya, ia juga bermanfaat untuk menaruh benda di atasnya. Sebut saja gaya gantungan gaya Jawa atau Betawi. Ia mempunyai papan di atasnya. Selain untuk menaruh pakaian pada pengkaitannya, bagian atas berfungsi sebagai rebahan peci. Dengan alas datar, peci akan lebih terawat dan tidak tertekuk oleh benda lain.

9. Penentuan Arah

Dalam 20 desain mushola minimalis, konsep arah dibedakan menjadi dua. Pertama arah sholat yang mengacu pada kiblat. Kedua, arah mushola rumahan yang mengedepankan banyaknya jumlah anggota. Dengan demikian, lay out jalan masuk musholla dapat dikondisikan baik sisi kanan, kiri, depan, dan belakang. Namun, posisi kiblat masih dipertahankan. Masalah utama biasanya muncul apabila seseorang membangun rumah tanpa mengkonsep musholla terlebih dahulu. Mereka akan kesulitan memposisikan diri. Alih-alih jamaah akan memanjang ke belakang, posisinya ternyata mempersempit pergerakan. Belum lagi, posisi kiblat di rumah ternyata serong dengan arah kiblat. Tanpa persiapan yang matang, ruangan yang seharusnya dimaksimalkan, malah berujung dengan pemubadziran alokasi tempat.

10 Penggunaan Kernit

Kernit sebagai penutup dasar genteng dapat diwujudkan dengan berbagai macam material. Baik sisi modern ataupun klasik, kita dapat menggunakan gypsum dengan berbagai detil sesuai dengan tema. Motif ukiran dan bunga masih menjadi primadoona juga mengekspos nuansa klasik. Adapun modern, para desainer masih mengandalkan model basic line. Model semacam ini mengedepankan garis sebagai nuansa estetika pada bagian tertentu.

Meskipun demikian, garis yang tercipta membentuk pola penguat karya seni. Kernit ini berfungsi sebagai penahan debu yang berhasil masuk dari sela genteng. Di sisi lain, kecerahan warna langit-langit musholla juga menentukan terpantulnya cahaya lampu keseluruh ruangan. Adapun bahan lain yang dapat digunakan adalah kernit bambu. Bahan tersebut memberikan kesan klasik nan elegan. Model tersebut saat ini telah dimodifikasi dengan motif bunga dengan frame bambu juga.

20 desain mushola minimalis ini secara tidak langsung memberikan berbagai macam kriteria musholla terbaik. Model minimalis dimaksimalkan untuk mempercantik ruang ibadah tanpa mengurangi esensi ibadah itu sendiri. Saran utama, pastikan keseluruhan ukuran ruangan dapat digunakan oleh 6 orang. Itupun sudah termasuk dengan pengimaman dan juga pemisahan antara laki-laki dan perempuan. Ukuran tersebut biasanya cukup dengan dimensi 3 m x 3 m.

Gravatar Image
Berbagi inspirasi di oliswel.com