15 Film Johnny Depp Terbaik Selain Pirates of the Caribbean

John Chrisopher Depp III lahir di Owensboro Kentucky, Amerika Serikat pada 9 Juni 1963. Perjalanan karir Depp dalam dunia layar kaca dimulai sejak tahun 1980 – 1990an dengan membintangi serial TV 21 Jump Street yang beberapa tahun silam dibuat versi layar lebarnya. Kesuksesan Depp dalam memainkan tokoh polisi pada serial tersebut telah menggiring namanya semakin menjulang hingga perannya mulai bertransformasi ke arah yang lebih besar.

Dari sekian banyak film yang telah dibintangi oleh Depp, tercatat hanya franchise Pirates of The Carribean yang menjadikannya sebagai peran blockbuster. Lewat Pirates of The Carribean pula aktor yang ketika berusia 46 tahun dinobatkan sebagai pria terseksi di dunia versi majalah Cosmopolitan Inggris tahun 2008 itu masuk ke dalam nominasi Aktor Terbaik pada ajang penghargaan Oscars sekaigus lima nominasi dari film yang dibintanginya tersebut.

Kemampuan berakting Depp ternyata telah menjadikannya sebagai insan perfilman yang cukup berjasa dalam menghibur banyak penggemar sekaligus penontonnya. Tercatat sejak periode 90an, aktor berwajah keras ini telah terlibat dalam banyak sekali film. Selain berperan hebat sebagai kapten Jack Sparrow, Depp juga pernah bermain dalam film lain. Untuk mengetahui mana film Johnny Depp terbaik selain Pirates of the Carribean, Oliswel.com telah memilihkannya untuk Anda pada daftar berikut.

1. Edward Scissorhands (1990)

Film Johnny Depp Terbaik Edward Scissorhands (1990)

Sejak tahun 90, Depp mulai meninggalkan perannya sebagai bintang remaja saat mendapat tawaran untuk membintangi film besutan Tim Burton, Edward Scissorhands. Sebagaimana karya Burton lainnya, Edward Scissorhands juga dipenuhi oleh fantasi dan ide liar yang tidak dimiliki oleh sutradara sekelasnya di tanah Paman Sam. Dengan menyeret aktor kesayangannya, Johnny Depp, Burton berhasil membuat banyak orang setuju akan karya yang luar biasa ini.

Edward Scissorhands bagaikan kisah dongeng yang disampaikan oleh seorang nenek kepada cucunya. Ada seorang pria bernama Edward yang tangannya merupakan gunting. Edward adalah sosok yang kesepian, menghabiskan hari-hari biasanya di rumahnya yang terletak di atas bukit. Kesepian Edward mendadak sirna setelah datang wanita baik hati yang mengajak Edward untuk tinggal di rumahnya.

Johnny Depp yang memainkan karakter Edward mendapatkan apresiasi lebih atas kehebatannya dalam bermain. Depp yang memerankan Edward digambarkan sebagai pria polos, naif, dan sekilas tampak mengerikan dengan tangan guntingnya. Edward memang polos, tapi dia sebagaimana manusia normal lainnya. Sisi humanis yang melekat pada diri Edward akan membuat banyak orang tidak sulit untuk mencintainya.

Bisa dibilang kalau Burton tidak sembarangan dalam memilih cast untuk tokoh utama yang pada akhirnya ini menjadi film yang diperankan oleh Johnny Depp. Beberapa mega bintang yang menjadi pertimbangan Burton untuk mengisi tokoh Edward selain Depp adalah Tom Cruise, Tom Hanks, Robert Downey Jr. dan mendiang Michael Jackson. Tapi sayangnya, keempat tokoh ternama itu harus digeser oleh “rasa cinta” Burton kepada Depp sehingga Edward Scissorhands menjadi pelanggeng hubungan keduanya untuk karya-karya Burton lainnya.

2. Ed Wood (1994)

Ed Wood (1994)

Jika Hollywood atau industri film di negara lain menerjemahkan kisah hidup dari tokoh ternama diakhiri dengan happy ending, maka film yang dibintangi Johnny Depp garapan Tim Burton satu ini berani melawan pakem mainstream semacam itu. Didasari juga dengan kesamaan profesi, Burton hadir membawa Johnny Depp untuk memuat kisah hidup Edward Davis Wood, Jr. yang pada tahun 1980 dianugerahkan oleh Golden Turkey Award sebagai sutradara paling buruk dalam sejarah.

Burton tampak begitu bersemangat untuk mengenalkan penonton pada sineas yang di sepanjang karirnya dalam mengembangkan dan memproduksi film selalu diiringi oleh banyak sekali kendala. Ed Wood adalah film Johnny Depp terbaik yang perlu Anda tonton. Film ini mungkin akan sedikit membuka mata Anda bahwa tidak selamanya kerja keras akan membuahkan hasil yang setimpal. Contohnya Ed Wood sendiri yang dalam proses mewujudkan cita-citanya menjadi seorang penulis dan sutradara terkenal, dirinya selalu ditimpa kegagalan demi kegagalan.

Ed Wood setidaknya menjadi buah perenungan bagi setiap orang. Penonton akan dipaksa untuk merefleksikan ketakutan-ketakutan dalam dirinya yang paling dalam atas ketidakpastian dan sifat tragis kehidupan. Apabila Anda tidak setuju dengan premis yang ingin disampaikan Burton berdasarkan kisah nyata Ed Wood, maka lebih baik Anda jauhi film ini sebelum mata Anda juga melihat kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja jauh dari pendapat kebanyakan orang.

3. What’s Eating Gilbert Grape (1993)

Johnny Depp dan DiCaprio pernah terlibat dalam satu proyek dan satu layar pada film bertajuk What’s Eating Gilbert Grape. Depp berperan sebagai Gilbert Grape, dan DiCaprio sebagai Arnie. Dikisahkan Gilbert hidup di tengah keluarga yang berantakan sepeninggal ayahnya yang mati bunuh diri di ruang bawah tanah rumah mereka. Semenjak itu, Gilbert merasa punya tanggung jawab atas kehidupan keluarganya.

What’s Eating Gilbert Grape adalah suguhan drama yang boleh dibilang menjadi debut Depp untuk berperan sebagai pria normal dan tidak nyentrik. Tidak dinyana, Depp berhasil melahap karakter Gilbert sebagai anak tertua yang bertanggung jawab atas ibunya yang obesitas, adiknya –Arnie- yang idiot, dan dua adik perempuannya, Amy dan Ellen Grape.

Apa yang menarik dari film Johnny Depp terbaik ini adalah tokoh DiCaprio yang terlihat sangat culun dengan tampang putih pucatnya. Sementara Depp yang lebih senior dari DiCaprio tampak begitu mempesona dengan wajah tampan, rambut gondrong, tubuh ramping, dan gaya yang dingin itu. Bukan sesuatu yang sulit mungkin untuk banyak perempuan menyukai What’s Eating Gilbert Grape, terlebih pada tokoh utamanya, Gilbert Grape yang dengan sangat baik dikuasai karakternya oleh Johnny Depp.

4. Donnie Brasco (1997)

Donnie Brasco (1997)

Di Amerika Serikat, ada satu anggota FBI yang mengundurkan diri pada tahun 1986. Dia adalah Joseph D. Pristone, agen rahasia dari organisasi mata-mata terbesar di Amerika yang setelah pengundurannya menulis autobiografi berjudul Donnie Brasco: My Undercover Life in the Mafia. Tidak disangka, tulisannya tersebut mendapat perhatian dari Mike Newell yang kemudian menerjemahkannya ke dalam layar lebar karena dianggap menarik.

Donnie Brasco yang digarap oleh Newell dibintangi dua aktor papan atas Hollywood, Johnny Depp dan Al Pacino. Diceritakan bahwasanya Brasco yang diperankan oleh Depp harus menyelinap dan menyamar ke dalam jaringan mafia terbesar keluarga Bonanno di New York untuk bisa menyeret para pelaku kriminal di dalamnya. Brasco yang masuk lewat pintu Lefty Ruggerio yang diperankan oleh Al Pacino itu pun kemudian mengetahui sisi lain yang membuat dirinya dilema untuk memilih antara karir, sahabat, atau keluarganya.

Pada waktu perilisannya, film yang dimainkan oleh Johnny Depp ini sempat mendapat respon negatif dari salah satu anggota keluarga Bonanno yang sebenarnya, John Cerasani. Cerasani menggugat semua pihak yang terkait dalam film tersebut, termasuk Al Pacino dan Johnny Depp. Tapi sayangnya, tuntutan Cerasani ditolak oleh hakim yang mengetahui catatan kriminal yang pernah dilakukan Cerasani dari tahun 1985 – 1994.

5. Finding Neverland (2004)

Finding Neverland (2004)

Apabila selama ini Depp tersohor akan keanehan setiap karakter yang diperankannya, maka di Finding Neverland kita bisa melihat Depp berperan sebagai orang normal meskipun sedikit unik dan nyentrik. Finding Neverland termasuk film yang ringan, jadi penontonnya bisa hanyut dengan mudah dalam menikmati ceritanya. Selain Depp, Finding Neverland juga mengolaborasikannya dengan Kate Winslet.

Finding Neverland adalah tontonan yang asik mengenai imajinasi yang sejatinya tertanam dalam diri setiap orang, tapi lama-kelamaan lenyap dikikis oleh kedewasaan. Untuk itu, Anda perlu membuang sejenak pikiran-pikiran serius saat menontonnya dan anggaplah bahwa Anda kembali menjadi bocah yang memiliki imajinasi tanpa batas sehingga pada akhirnya bisa menemukan “Neverland”.

Film Johnny Depp terbaik ini mengisahkan tentang J.M. Barrie, sineas yang karyanya membuat penonton mengantuk dan dikritik buruk oleh para pengamat. Bertemunya Barrie dengan Sylvia menjadikan Barrie di kemudian hari dikenal sebagai sosok di balik tokoh fiktif Peter Pan. Di sepanjang filmnya, Finding Neverland tidak akan mengajak penontonnya untuk mengikuti jalan yang menuntun kita menuju rumah Peter Pan, melainkan perkenalan cara pikir yang penuh imajinasi sehingga bisa membawa kebahagiaan, kehangatan, dan keceriaan dalam hidup.

6. Blow (2001)

Lewat tangan Ted Demme, Depp harus menjadi penyelundup narkoba yang sukses lewat bisnisnya dan harus berujung tragis di dalam hukuman. Di Blow, Depp memainkan tokoh sentral bernama George Jung yang sedari kecil sudah ditanami nilai-nilai baik oleh orangtuanya. Hingga kemudian, ayah George bangkrut dan ibunya terus memaksa ayah George, Fred, untuk mendapatkan uang lebih banyak agar bisa mencukupi kebutuhan hidup.

Pada masa-masa sulit tersebut, George yang meskipun telah diberi tahu ayahnya kalau uang bukanlah segalanya lantas pergi ke California bersama temannya, Tuna, untuk memulai bisnis ganja agar bisa mencukupi kebutuhan mereka. Tak lama setelah bisnis ganja George berkembang, George malah ditangkap karena terbukti menyelundupkan sekitar 300 kg ganja dari Meksiko ke Amerika. Sebagai gantinya, George harus mendekam di penjara Danbury, Connecticut selama 26 bulan.

Di dalam penjara, George bertemu dengan agen mafia lain untuk melakukan kerja sama. Tanpa dipikirkan sebelumnya, George ternyata menjadi korban pengkhianatan dan jebakan yang membawanya ke dalam jeratan hukum yang tak sebentar. Selama menjalani hukuman, George tak menyesali kehidupannya sebagai pengusaha narkoba ataupun telah mengecewakan orangtuanya, melainkan karena tidak menepati janjinya pada Kristina yang tak lain anaknya untuk memulai kehidupan baru sebagai seorang ayah.

Pada satu sisi, kita tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh George. Sepintas dia sama seperti Robin Hood yang mencuri uang konglomerat untuk membantu banyak keluarga miskin. Tujuan yang baik dengan cara yang tidak benar, menurut Anda itu salah atau tidak? Begitu dilema yang akan kita rasakan pada sosok George. Dia memang pengusaha narkoba, tapi tidak terlibat dengan gangster, melainkan hanya karena keinginannya untuk bisa membuat istri dan keluarganya bahagia.

7. Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street (2007)

Sweeney Todd- The Demon Barber of Fleet Street (2007)

Setelah membuat banyak orang takjum lewat karya-karya anti-mainstream-nya, Tim Burton kembali menghadirkan Johnny Depp ke layar lebar dalam Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street. Kisah Sweeney Todd yang menjadi tukang cukur diperankan oleh Johnny Depp dengan dandanan yang seharusnya membuat orang normal bergidik takut saat melihatnya, tapi tidak untuk mereka yang hidup berdampingan dengannya.

Sweeney Todd berkisah tentang tokoh bernama sama, Sweeney Todd, yang pergi ke London bersama Mrs. Lovett yang diperankan oleh Helena Bonham Carter. Tak ada yang mendorong Todd ke London selain keinginan untuk melakukan balas dendam tanpa maaf kepada semua orang yang telah menyebabkannya secara tak adil masuk ke dalam penjara dan kehilangan istri serta anaknya selama mendekam di penjara.

Johnny Depp memerankan tokoh Todd dengan sangat baik sebagai tukang cukur yang “handal”. Apabila Anda tidak kuat dengan film yang berisikan kucuran darah maka lebih baik untuk tidak menonton film yang diperani Johnny Depp satu ini. Pasalnya, Sweeney Todd tidak memiliki belas kasihan kepada siapa pun yang menjadi pengguna jasanya. Belum lagi dengan betapa menjijikannya jika harus membayangkan makan kue pai bercampurkan daging manusia.

8. Sleepy Hollow (1999)

Sleepy Hollow (1999)

Lagi-lagi karya dari Burton bersama aktor favoritnya, Johnny Depp. Tercatat kalau Sleepy Hollow adalah film horor pertama dari Burton. Kisahnya mengadaptasi karangan Washington Irving berjudul The Legend of Sleepy Hollow yang terbit pada 1820. Film Johnny Depp terbaik ini memakan anggaran hingga $80 juta Amerika Serikat. Kecakapan artistik yang mengantarkan Sleepy Hollow meraih piala Oscar untuk Penata Artistik Terbaik.

Sleepy Hollow adalah nama desa yang terdapat rumor tentang kematian beberapa warga karena dibunuh oleh pengendara kuda tanpa kepala. Ichabod Crame yang dimainkan oleh Johnny Depp, mendapatkan tugas untuk mengusut kasus tersebut, baik itu pembunuhnya sekaligus motif atas kasus pembunuhan yang dilakukan olehnya.

Meskipun diangkat dari tulisan, pada kenyataannya Burton mengambil jalur lain tetapi dengan membawa tokoh utamanya sebagai pengemudinya. Kisah supernatural bercampur detektif menciptakan paduan yang brilian, penuh intrik dan kejutan. Mulai dari awal, penonton akan dibuat duduk dengan merasakan nuansa mistik dan horor berupa panorama hutam yang kelam dan berkabut. Belum lagi dengan dukungan tata artistik yang membuat kita semakin tak tahan dengan kegelisahan yang menyelimuti badan.

9. Public Enemies (2009)

Public Enemies (2009)

Entah siapa yang beruntung, apakah aktor-aktris lain yang kebetulan satu layar dengan Johnny Depp, atau Depp sendiri yang beruntung bisa bermain dengan bintang papan atas lain. Di Public Enemies misalnya, Johnny Depp harus beradu peran dengan Christian Bale. Duo aktor kawakan ini harus memainkan kisah yang didasarkan atas kisah nyata pada era Depresi Amerika di mana kasus kejahatan semakin merajalela.

Kelompok mafia yang berisikan John Dillinger (Depp), Nelson, dan Floyd, telah berulang kali melakukan perampokan tanpa pernah gagal sekali pun. Amerika yang sedang dilanda krisis itu pun tak ingin menyerah begitu saja. Untuk menghentikan kasus perampokan yang mereka lakukan, pihak FBI menurunkan agen Melvin Purvis (Bale) untuk memburu para mafia, teramsuk Dillinger. Sepanjang filmnya kita akan disuguhi dengan adegan aksi dan kejar-kejaran yang seru antara agen Purvis dengan Dillinger.

Apa yang membuat film Johnny Depp terlaris ini wajib untuk Anda tonton yakni kecerdikan kameramen dalam menggunakan teknik handheld camera serta format digital (HD) sehingga mndapatkan hasil gambar yang luar biasa dengan nuansa realisme yang begitu kental. Satu adegan yang membuat kita tak ingin berpaling mata adalah ketika sekuen tembak-menembak di jalanan yang tersuguh begitu realistik seolah-olah terjadi langsung di depan mata kita. Belum lagi dengan dukungan efek suara rentetan senjata yang begitu meyakinkan sehingga aksi tembak-menembak itu seperti terjadi di dekat kita.

10. Black Mass (2015)

Black Mass (2015)

Belum lama ini, Johnny Depp muncul ke layar lebar dengan karakternya sebagai mafia yang meskipun dingin dan tak banyak bicara, tetapi dia tak banyak berpikir untuk menghabisi nyawa orang. Dengan mengambil latar 70an, Black Mass akan menyuguhkan kisah seorang pria bernama Jimmy Bulger yang menjadi kepala geng mafia “Winter Hill” di sudut kota Boston. Selain kelompok Winter Hill, Boston juga disesaki oleh kelompok-kelompok mafia lain yang seakan saling berlomba untuk merebut bangku kekuasaan tertinggi.

Tanpa dikira, buah keberuntungan dimiliki oleh Jimmy. Salah satu teman masa kecilnya, John Connolly, ternyata telah mendapat posisi impiannya sebagai anggota FBI. Dua kawan yang kini telah berada di jalur berbeda ternyata memilih untuk bergandengan tangan agar bisa meraih keuntungannya masin-masing. Untuk itu, Jimmy bersedia menjadi informan atas keberadaan mafia lain yang bakal disergap oleh Connoly dan kawanannya.

Sejak kerja sama yang terjalin diam-diam, Jimmy yang tadinya hanya penjahat kelas teri kini bersama anggota gengnya telah menguasai hampir seluruh kota Boston. Sementara Connolly sendiri yang telah menangkap banyak penjahat, terkecuali Jimmy, merasakan kebahagiaan tersendiri karena bisa menyeret banyak pelaku kriminal yang meskipun di dalam dirinya ada ketakutan serta rasa bersalah atas janjinya untuk bekerja sama dengan pemimpin Winter Hill, Jimmy, yang kini telah menjadi kriminal kelas kakap.

Di usianya yang sudah tak muda, Johnny Depp masih menunjukkan performanya sebagai aktor berkualitas. Depp yang berperan sebagai Jim Bugler digambarkan sebagai penjahat yang tak banyak menunjukkan ekspresi kemarahannya seperti berteriak, menggebrak meja, ataupun memukul. Tapi sebaliknya, dia lebih sering terdiam, tapi langsung bertindak mematikan bak psikopat yang haus darah. Tak sedikit nyawa yang melayang di tangannya lewat berbagai aksi brutal yang dilakukan olehnya maupun para anggota gengnya.

11. From Hell (2001)
🌟 6.8/10

 

12. Charlie and the Chocolate Factory (2005)
🌟 6.7/10

 

13. The Ninth Gate (1999)
🌟 6.7/10

 

14. Don Juan DeMarco (1994)
🌟 6.7/10

 

15. Secret Window (2004)
🌟 6.6/10

 

Di samping kesuksesannya, Depp juga tak jarang mendapat kritikan negatif dari banyak tokoh. Semisal pada film Johnny Depp terbaik bertajuk Public Enemy, Depp harus menerima anggapan dari banyak pihak akan perannya yang kurang mendalam. Meskipun begitu, nama Depp akan selalu dicari dan ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Tak heran memang semenjak kemunculannya di Pirates of the Carribean yang langsung menjadi hits hingga bertahun-tahun lamanya, aktor yang juga pernah bermain dalam Alice in Wonderland ini menjadi buah bibir moviegoers di berbagai negara.

Berikan Komentar