17 Film Jepang Romantis Terbaik Sepanjang Masa

Selain terkenal dengan komik dan manga, Jepang juga termasyhur akan industri perfilmannya. Salah satu genre film yang cukup populer di Jepang, selain horor, genre percintaan juga kerap mewarnai layar kaca pertelivisian. Mulai dari yang bikin penontonnya tersenyum-senyum kecil, bahagia dengan kisah para pasangan yang melakoni perannya dengan baik, hingga yang mengaduk-aduk perasaan, semua dimiliki oleh film romantis dari Jepang.

Jika Anda mulai bosan dengan kisah-kisah romantika para pasangan yang terdapat dalam film-film romantis barat, mungkin sudah saatnya bagi Anda untuk melipir sebentar ke dataran Asia. Meskipun cerita-cerita yang diangkat terbilang klise, tapi yang namanya urusan percintaan, tentu tak ada yang bosan untuk menyimak kisahnya. Berikut Oliswel.com akan bagikan daftar film Jepang romantis yang bisa membuat emosi penontonnya teraduk-aduk. Apa saja?

1. Ima, Ai Ni Yukimasu

Film Jepang Romantis Ima Ai Ni Yukimasu

Di dunia internasional, Ima, Ai Ni Yukimasu dikenal juga sebagai Be With You. Film Jepang romantis yang satu ini dibuka dengan hubungan keluarga antara ayah dan anak. Sang ayah, Takumi, adalah pria yang kesehatan fisiknya sedang tidak baik. Sedangkan anaknya, Yuji, yang baru berusia 6th, diasuh oleh ayahnya setelah ibunya, Mio, meninggal dunia.

Sejak kecil, Yuji sudah sangat pengertian dengan kondisi ayahnya. Dia hidup menjadi bocah yang mandiri pada usianya yang masih anak-anak. Yuji menyukai cerita dongeng yang sering dia baca dari buku. Buku tersebut mengisahkan orang-orang yang telah tiada sebetulnya berada di sebuah bintang bernama Akaibu. Mereka yang telah tiada itu akan kembali lagi ke dunia dan berkumpul bersama orang-orang terdekatnya saat musim hujan tiba.

Tentunya, tanpa menghilangkan fantasi di usia Yuji yang masih kecil, dia pun mempercayai hal itu. Saat musim hujan tiba, Takumi dan Yuji sedang bermain di sebuah rumah kosong di sebuah hutan. Tanpa dinyana, cerita pada buku dongeng tersebut benar-benar terjadi. Mio, sang istri yang telah meninggal, muncul di sana. Tapi ada yang aneh dari kehadiran wanita yang diduga adalah Mio itu, di mana wanita tersebut sama sekali tak mengingat siapa Takumi ataupun Yuji. Ingatannya benar-benar hilang.

Dengan diselimuti perasaan bahagia, Takumi dan Yuji mengajak wanita tersebut ke rumahnya, sekaligus merajut kembali perasaan cinta yang selama ini masih terngiang-ngiang di benak Takumi. Untuk mengembalikan kembali ingatan dari wanita tersebut, Yuki mengambil langkah dengan menceritakan kembali hubungan mereka dari awal bertemu hingga menikah dan memiliki Yuji.

Semua berjalan indah, Takumi, Yuji, dan wanita yang mirip sekali dengan Mio itu kembali menjadi keluarga utuh yang bahagia. Tapi ada satu kekhawatiran besar yang membuat Takumi dan Yuji gelisah. Jika musim hujan telah berganti, haruskah wanita tersebut kembali ke bintang Akaibu dan meninggalkan mereka lagi?

2. Tada, Kimi Wo Aishiteru

Tada Kimi Wo Aishiteru

Dikenal juga dengan nama Just, Loving You atau Heavenly Forest, film Jepang romantis ini mengambil kisah yang tertulis pada novel berjudul Renai Shashin: Mouhitotsu no Monogatari buatan Yakuji Ichikawa. Tada, Kimi Wo Aishiteru dirilis pada tahun 2006, bercerita tentang hubungan tiga orang mahasiswa yang terdiri dari satu pria dan dua wanita.

Makoto (Hiroshi Tamaki) adalah mahasiswa yang menyukai fotografi. Dia bertemu dengan Shizuru Satonaka (Aoi Miyazaki), seorang wanita yang walau sudah berusia 21 tahun namun fisik dan pikirannya masih seperti anak kecil. Makoto dan Shizuru kerap mengunjungi hutan terlarang untuk sebatas menikmati keindahan alam di hutan tersebut.

Hubungan keduanya semakin dekat hingga Shizuru menyimpan perasaan lebih untuk Makoto. Tepat pada hari ulang tahun Shizuru, Shizuru meminta Makoto untuk menciumnya. Karena sebelumnya Makoto telah berjanji akan memberikan segala hadiah yang diminta oleh Shizuru, maka Makoto pun mencium Shizuru. Akhirnya ciuman itu dilakukan.

Sampai suatu ketika, Shizuru mendadak hilang setelah mengetahui kalau Makoto ternyata menyukai gadis lain bernama Miyuki yang tak lain adalah temannya sendiri. Namun sebelum pergi, Shizuru mengatakan bahwa suatu saat dia akan berubah menjadi wanita dewasa yang cantik di mata Makoto. Kiranya, apa yang akan terjadi antara hubungan ketiganya? Siapakah wanita yang pada akhirnya menjadi kekasih hidup Makoto satu-satunya?

3. Niji No Megami

Bagi pecinta aktris Jepang cantik, Yui Aoi, tentu tak boleh melewatkan salah satu film romantis Jepang yang pernah dimainkannya ini. Niji No Megami adalah buah tangan sutaradara Naoto Kumazawa yang terbit di tahun 2006. Meskipun tergolong film lama, kisah manis yang ditampilkan dengan alur mundur ini bisa memikat hati siapa pun yang menontonnya.

Niji No Megami bercerita tentang kisah cinta antara dua mahasiswa jurusan film yang ketika itu sedang mengerjakan proyek pembuatan film amatir dari kampus bersama-sama. Tomoya Kishida (Hayato Ichihara), seorang pemuda yang bekerja sebagai staf di sebuah studio televisi mendengar kabar kematian dari teman dekatnya, Aoi Sato (Juri Ueno).

Sejak itu, film ini langsung mengilas balik kisah yang pernah dilalui oleh Tomoya dan Aoi. Mulai dari awal pertemuannya di toko kaset hingga diakhiri dengan perpisahan. Meskipun kisahnya klise yakni tentang perasaan yang dipendam tanpa berani mengungkapkan, tapi karena pengemasannya yang unik didukung lagi dengan peran para aktor-aktris yang sangat baik, Niji No Megami menjadi suguhan kisah romantis yang terasa spesial.

4. Taiyo No Uta

Taiyo No Uta

Taiyo No Uta atau Midnight Sun menampilkan kisah cinta antara dua manusia di beda waktu. Jika Anda menginginkan film Jepang romantis sedih yang menyentuh dan memiliki atmosfer yang berujung pada haru biru, maka Taiyo No Uta bisa menjadi pilihan. Kisah dari Taiyo No Uta membuntuti seorang gadis muda bernama Kaoru Amane yang menderita Xeroderma Pigmentosum, penyakit yang membuat pengidapnya tak bisa terpapar oleh sinar matahari, atau kulitnya bisa meradang dan rusak yang berujung pada kematian.

Dikarenakan penyakit tersebut, Kaori tak bisa beraktifitas di siang hari. Oleh karena itu, Kaori memulai aktifitasnya di malam hari sebagai seniman jalanan di depan sebuah stasiun. Ketika memetik gitarnya dan melantunkan beberapa buah lagu, Kaori suka mengamati Kouji, pria yang biasa menunggu bus di halte untuk pergi ke sekolah. Hingga suatu ketika, Kaoru melihat Kouji melintas melewatinya bersama saudaranya, Misaki.

Perkenalan antara Kaoru dan Kouji terjadi secara tidak sengaja, atau tepatnya setelah Kaoru tanpa sengaja mendorong Kouji hingga terjatuh. Setelah terjadi perkenalan yang tak biasa itu, Misaki pun mengetahui kalau Kaori ternyata menyukai Kaoji, dan berusaha membantunya agar bisa dekat dengan Kaoji dengan terus membuntuti dan merekam berbagai aktifitas Kaoji selama di sekolah. Sejak itu, benih-benih cinta dalam hati Kaoru terus bertumbuhan kepada Kaoji.

5. Boku No Hatsukoi Wo Kimi Ni Sasagu (I Give My First Love to You)

I Give My First Love to You

I Give My First Love to You adalah film Jepang romantis school life di tahun 2009 adaptasi manga berjudul sama oleh Kotomi Aoki. Film ini disutradarai oleh Takehiko Shinjo dengan membawa beberapa nama baru seperti Masaki Okada dan Mao Inoue. Film ini melibatkan dua orang yang sudah berteman sejak kecil.

Takuma dan Mayu telah berteman sejak usia 8 tahun. Takuma menderita penyakit jantung dan kebetulan dirawat oleh ayahnya Mayu yang seorang dokter. Suatu hari, Takuma dan Mayu diberi kabar kalau Takuma tak akan bertahan hidup lebih dari 20 tahun. Mendengar itu, Takuma berjanji untuk segera menikahi Mayu ketika memasuki usia 20 tahun.

Waktu berlalu, keduanya telah masuk SMP dengan kadar cinta yang semakin membubung tinggi. Namun, Takuma mulai gelisah dan tak tega melihat Mayu terus menangis melihat dirinya yang menderita. Karena itu, Takuma mulai mengingkari perasaannya dan menjaga jarak dari Mayu. Bahkan, dia pun berjanji untuk meninggalkan Mayu setelah hari terakhirnya di SMP.

Bagaimanakah kisah antara Takuma dan Mayu harus berakhir? Untuk mengetahuinya, lebih baik Anda ketahui langsung dengan menonton film ini. Saat memasuki SMA, terjadi banyak hal yang mengguncang hubungan Takuma dan Mayu. Bahkan, keduanya sempat putus, meski pada akhirnya bersatu kembali hingga saat di mana Mayu “menikah” dengan Takuma.

6. Sekai no Chushin

Dalam dunia internasional, Sekai no Chushin lebih dikenal dengan sebutan Crying Out Love, in the Center of the World. Film Jepang romantis remaja yang melibatkan dua insan ini cukup klise dan alur serta plot yang dimiliki banyak ditemukan dalam film-film sejenisnya. Hanya saja, Sekai no Chushin terasa lebih menairk berkat pengeksekusian dan pengambilan scene-scene-nya yang tepat.

Menurut banyak orang, Sekai no Chushin menajdi film romantis Jepang yang berujung manis dan bahkan bisa bikin nangis penontonnya. Jadi, apakah Anda tertarik untuk menontonnya? Sekai no Chushin akan mengajak Anda melihat kisah cinta sepasang remaja di tahun 1980-an antara Sakutaro Matsumoto dan Aki Hirose yang menjalani hari-hari indah bersama dengan saling bertukar kaset remakan untuk mengetahui apa yang mereka rasakan dan alami satu sama lain.

7. Su-ki-da

Su-ki-da

Film Jepang romantis terpopuler Su-ki-da mengisahkan tentang seorang wanita yang baru berusia 17 tahun, Yu Hirahara, yang memuja seorang pria bernama Yosuke Fujita. Yu Hirahara mempunyai kegiatan rutin yang tak pernah dia lewatkan, yakni memperhatikan sosok pujaannya Yosuke bermain gitar di tepi sungai dan menyanyikan sebuah lagu. Ternyata, alasan Yu melakukan hal itu tak lain karena Yu memiliki perasaan cinta kepada Yosuke.

Di sisi lain, Yu mempunyai sebuah kakak perempuan yang sedang terpuruk dan berduka karena kekasihnya baru meninggal dunia. Tak lama setelah itu, kakaknya kembali ceria. Yu pun mengetahui kalau alasan kakanya seperti itu karena mengetahui Yosuke Fujita menyimpan perasaan lebih terhadap kakanya. Hal ini membuat dilema Yu yang harus mengorbankan kebahagiannya demi kakanya, atau justru sebaliknya.

8. Koikyokusei

Koikyokusei

Film ini mirip dengan I Give My First Love to You, tentang janji seorang pria yang akan menikahi wanita yang disukainya suatu saat nanti. Bedanya, film ini tidak disertai dengan penyakit yang menimbulkan pergulatan batin untuk terus melanjutkan hubungan romantis itu atau tidak. Jadi, Koikyokusei benar-benar mengandung alur dan plot yang klise. Meski begitu, film ini tetap mampu memikat penontonnya dengan akhir manis daru hubungan kedua tokohnya.

Inti dari Koikyokusei adalah mengenai Souta yang ketika itu masih bocah, berjanji kepada temannya, Natsuki, untuk menikahinya setelah dia kembali dari Kanada. Ketika mengucap janji itu, Souta memberikan cincin sebagai simbolis bahwa dia telah bertunangan dengan Natsuki dan pergi ke Kanada selama 11 tahun sebelum kembali untuk memenuhi janjinya tersebut.

9. Kimi Ni Todoke

Kimi Ni Todoke

Selain dijadikan film Jepang romantis sekolah, Kimi Ni Todoke juga dibuat animenya yang sama-sama bergenre romantis. Seperti kebanyakan film romantis Jepang, Kimi Ni Todoke juga mengisahkan hubungan asmara anak-anak SMA. Bercerita tentang Sawako Kuronuma (Mikako Tabe) yang dijauhi teman-temannya. Bukan karena sifat atau tingkah lakunya, melainkan karena rambut hitam dan tatapan tajam yang dimilikinya sehingga teman-teman sekelasnya ogah untuk berteman dengannya. Bahkan, Sawako juga dijuluki sebagai Sadako oleh teman-temannya.

Namun, ada satu pria yang tak memperlakukan Sawako seperti yang lainnya. Dia adalah Kazehaya, pria populer yang pada hari pertama sekolah dibantu oleh Sawako menemukan jalan menuju sekolah. Sejak saat itu, Sawako menjadi lebih percaya diri, terutama dengan adanya dua teman lain yakni Chizuru dan Ayane yang kemudian berujung pada persahabatan.

Pada suatu hari, Kazehaya mengajak Sawako untuk berkencan di maalm natal. Namun Sawako menolak dan langsung meninggalkan Kazehaya. Hal tersebut membuat Kazehaya sedih dan sakit hati. Untuk menebus kesalahannya di malam itu, Sawako pun menemui Kazehaya di pesta tahun baru dan mengungkapkan perasaannya masing-masing.

10. 1,778 Stories of Me and My Wife

1778 Stories of Me and My Wife

Film ini digarap dengan mengambil kisah nyata dari seorang penulis bernama Taku Mayumura. Bercerita tentang seorang penulis cerita fiksi ilmiah bernama Sakutaro yang sejak kuliah sudah berpacaran hingga menikah dengan Setsuko, wanita yang selalu mendukung profesi Sakutaro sebagai penulis cerita. Setiap kali menyelesaikan tulisannya, Sakutaro membacakan cerita buatannya kepada Setsuko dan Setsuko pun setia mendengarkannya.

Sayangnya, hubungan romantis antara Sakutaro dan Setsuko harus diuji dengan penyakit kanker yang diderita oleh Setsuko. Menurut dokter, Setsuko hanya bisa bertahan hidup selama satu tahun. Agar sisa hidup Setsuko dipenuhi dengan kebahagiaan, Sakutaro membantu istrinya bersemangat untuk melewati hari demi hari dengan cara membuatkan sang istri sebuah cerpen setiap hari.

11. Koizora (2007)
Rating: 7.1/10

 

12. The Liar and His Lover (2013)
Rating: 7.1/10

 

13. My Rainy Days (2009)
Rating: 7.0/10

 

14. Orange (2015)
Rating: 7.0/10

 

15. Hanamizuki (2010)
Rating: 7.0/10

 

16. Night of the Shooting Stars (2003)
Rating: 7.0/10

 

17. The Girl in the Sun (2013)
Rating: 7.0/10

 

Itulah beberapa film Jepang romantis yang wajib Anda tonton untuk menguji seberapa tahan diri Anda melihat kisah-kisah percintaan para tokoh yang terlibat di dalamnya. Apabila ada beberapa film bertema percintaan dari Jepang yang tidak tercantum pada daftar di atas, jangan sungkan untuk berbagi dengan kami lewat kolom komentar yang telah disediakan.

Berikan Komentar